Honda CB 100 : The Everlasting Bike
Jakarta, 16 Mei 2010. Saat meliput kegiatan kopdar Honda Revo Club (HRC) Jakarta (Sabtu 15/5/10) di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata (TMP Kalibata), tepatnya di deretan pusat jajan dan makan malam, persisnya diseberang gerbang TMP Kalibata, ternyata disana berkumpul juga sejumlah bikers pemilik motor lawas, yaitu Honda CB 100 yang tergabung dalam klub motor “Jakarta Motor Tua Kalibata”.
Motor Honda CB dulu memang pernah mengalami kejayaaan diantara tahun 1973 hingga 1980-an, namun sekarang tampaknya “kejayaan masa lalu” ingin dibangun lagi. Hal ini bukan dilakukan oleh pihak ATPM Honda, namun dilakukan oleh sekumpulan anak muda berusia 20-an tahun yang mana mereka adalah kolektor motor lawas, sekaligus ingin mencoba lagi “menghidupkan” kembali masa kejayaan Honda CB melalui komunitas motor tua.
Ditengah-tengah hiruk-pikuk motor model baru dan lebih canggih, rasanya sejarah dan eksistensi motor Honda di Indonesia memang tak luput dari suksesnya Honda CB yang dulunya pernah dijual melalui PT Federal Motor (sebelum menjadi PT Astra Honda Motor). Bagi mereka yang sudah berusia diatas 45 tahun ke atas, dijamin mereka punya cerita manis bersama Honda CB ini dimasa lalu.
Sedikit cerita “flash back” ke tahun 1970-an dimana penulis blog SL.com masih bersekolah di tingkat SD dan SMP, rasanya dulu sangat bangga melihat orang naik motor Honda CB. Setahu SL.com, dulu ada jenis Honda CB 100, Honda CB 125, Honda CB 175 dan Honda CB 200. Masing-masing silinder motor ini berbeda, untuk kelas 175 cc dan 200cc rasanya pakai dua silinder, dan motor ini jauh kelihatan lebih besar.
Pokoknya jaman dulu, siapapun yang pake motor Honda CB ini terlihat sangat gagah, apalagi kalau dipakai sama orang bule, atau mereka yang punya badan besar pasti kelihatan mantap. Dulu kan orang yang naik motor belum ada “keharusan” pakai helm, dan sudah tentu mereka terlihat jelas, baik sosok badan, maupun face dari biker Honda CB tersebut. Sewaktu masih tinggal di Rumbai Caltex Riau, terlihat Honda CB disekitar komplek banyak dipakai oleh orang bule (expatriat PT CPI), dan motor mereka pakai box untuk touring ke ranah Minang, Sumatera Barat.
Sejalan dengan waktu, kejayaan motor ini pun harus diakui makin lama makin menghilang ditelan dengan kehadiran motor-motor baru yang lebih canggih. Well.. apapun kehidupan yang kita jalani sekarang setidaknya kita sudah melewati masa lalu. So, jangan lupa kalau dulu Honda punya nama besar dalam industri sepeda motor di Tanah Air, kehadiran Honda CB dan Honda Cup (bebek) adalah sejarah dunia motor di Indonesia.
Sobat tentunya anda punya Dokumentasi tentang kegiatan Touring, Ulang Tahun, Bakti Sosial, Temu Kangen, Silaturahmi atau kegiatan menghadiri pesta yang diadakan oleh CB seluruh Indonesia.
Oke Bro silahkan buka Album CB Indonesia, seluruh kegiatan Biker's akan ada disini. Dan tentunya kami mengharap partisipasi seluruh Biker's CB Indonesia dimanapun anda berada untuk mengirim Dokumentasi Kegiatan anda ..dan so pasti akan kami Hadirkan di Album CB Indonesia..karena Blogspot ini kami siapkan untuk seluruh Biker's CB Indonesia.
Head silinder seperti yang tampak di foto jelas-jelas dari motor CBU, Honda CBR150 (DOHC,4 valve),transmisi Tiger 2000 tentu saja 6 speed, cuman di Nganjuk rawan razia.mau dikasih 5 speed aja. Kreatifitas dibatasi juga. Jika di Jakarta ada yang modif RX King 5 speed, sejak tahun 1990an, di Jawa Timur sudah jamak Honda GL 6 speed. Bandul juga dari GL 200.Kampas kopling pun iya. Sedangkan connecting rod dari GL Pro.Bearing semua berlabel FAG high speed, gir depan 14,gir belakang 39
Kelistrikan
plug coil Yamaha YZF R -1 2008,generator Honda Tiger, lampu depan Honda CB 400 spec 1, lampu belakang Yamaha RX King tahun 2008,sign led untuk belakang, yang depan susah dilacaknya karena beli di sebuah toko di Kelantan Road Singapore, busi pakai NGK tipe Iridium (jelas makin mak nyus),sedangkan CDI Rextor Pro Drag dipesan langsung dari Batam untuk Tiger 2000,Regulator Honda Phantom 200 (kalo yang ini bukannya sama kayak Tiger ya?), Water Pump dari mobil Mercedes Benz 1985,sedangkan radiator diembat punya Yamaha Jupiter MX.
Kelengkapan
Front fork Aprillia jenis upside down, suspensi belakang menggamit Suzuki Satria FU, sedangkan velg Yamaha 125 Z, Master caliper dan cakram punya Tiger /Mega Pro, kedepannya ada rencana pasang kopling hidrolik dari Honda CBR 1000, Jok kulit wedhus(kambing,red) dengan sentuhan seni yang tinggi (tetangga Magetan emang biangnya kulit|),handle dari Suzuki Satria FU di modif lubang dibesarin, system pemasok bahan bakar masih mengandalkan karburator Mikuni Sudco 32 (kalo lancar semua,emang ada rencana pake system injeksi), footstep Tiger 2000.
BIAYA KURANG LEBIH HABIS 40 JUTA… Edan Too..!!!

hhmmm. . . hari gini koc masih suka ama motor jadul?? tapi gpp ah yang penting happy. . . hehehe saya cukup kagum dengan motor honda CB.
Menurut sejarahnya kehadiran CB 100 tidak lepas dari sukses Honda S90 dan CL 90 yang menggunakan mesin andal OHC 90 cc. Pada Tahun 1970, Honda Motor menalsir mesin anyar 100 cc hasil pengambangan mesin 90 cc. Mesin ini terbukti andal, mumpuni dan mudah perawatan. Lalu mesin ini dilekatkan pada sasis yang mengadopsi keluarga CB jadilah CB pada tahun 1970 dan bertahan dengan berbagai penyempurnaan hingga 1975. Sedangkan Varian turunannya masih diproduksi sampai 1980-an. Terlebih lagi Pajaknya masih murah (banget) lho . . . . walaupun motor tua tapi mesin tetap oke. apalagi saat ini motor jadul mulai muncul kembali.

