1972 Super Sport CB 100 (CB 100 K2) . . . di Indonesia dikenal juga sebagai CB Gelatik

1972 Super Sport CB 100 (CB 100 K2) . . . di Indonesia dikenal juga sebagai CB Gelatik
cb100_k20
  • Tersedia 2 variasi Warna : Putih dengan kombinasi Light Scarlet Red, dan Putih dengan kombibnasi Aquarius Blue

1971 Super Sport CB 100 (CB 100 K1)

1971 Super Sport CB 100 (CB 100 K1)
cb100_k10
  • Tersedia 3 variasi Warna : Crystal Blue Metallic, Candy Ruby Red, and Candy Gold
  • Setengah bagian kebawah dari tangki berwarna putih
  • Emblem “CB100″ pada tutup dop kiri kanan terbuat dari plastik

1970 Super Sport CB 100 (CB 100 K0)

1970 Super Sport CB 100 (CB 100 K0)
cb100_k00
  • Tersedia 3 Warna dengan variasi strip putih di tangki bahan bakarnya yaitu : Candy Blue Green, Candy Ruby Red, and Candy Gold

Motor Honda CB 100

Saya tertarik dengan motor lawas ini namanya CB 100 tahun 74, saya sudah coba hunting hampir setahun diseputaran riau, khususnya dikabupaten kota se riau seperti pekanbaru,dumai,duri,bangkinang tapi belum nemu, memang motor ini model lawas dengan CC yang gak terlalu gede hanya 100cc, kenapa gak cari moge sekalian?

BODY MOTOR

Honda CB 100 : The Everlasting Bike

Honda CB 100 : The Everlasting Bike


Honda CB 100 : The Everlasting Bike
Berawal saat membuka kembali album foto keluarga yang telah lama menyimpan segudang memori keluarga tercinta, Taufik akhirnya menemukan dirinya saat berusia 6 bulan berada dalam sebuah frame foto yang dijepret pada tahun 1978 silam. Dia mendapati tubuh kecilnya berada dalam dekapan cinta sang bunda bersama sebuah motor Honda CB 100 berwarna merah milik sang ayah.
“Waktu itu Ibu saya mengatakan kalau Ayah dulu pernah punya motor Honda, tapi beliau tidak tau motor Honda jenis apa, yang beliau tau hanya motor Honda,” terang lelaki pemilik blog ninja250r.wordrpess.com ini.
“Akhirnya saya buka kembali album foto itu dan mencari tahu Honda apa yang dimaksud Ibunda saya. Saat saya mendapati foto tersebut, ternyata foto itu menggambarkan diri saya saat berusia 6 bulan sedang di gendong bunda bersama motor Honda CB 100 K3 keluaran 1978 berwarna merah,” tambah lelaki yang berdomosili di kota hujan Bogor ini.
Seiring berjalannya waktu, terbesit dalam pikiran lelaki dengan dua orang puteri ini untuk membelikan sebuah motor CB 100 sebagai hadiah ulang tahun untuk sang ayah yang jatuh pada 11 April. Segala usaha dilakukan untuk mendapatkan hadiah ulang tahun tersebut. Karena niat mulianya, akhirnya pada tahun 2009 silam, Honda CB 100 atau yang lebih dikenal dengan Honda CB Gelatik lansiran 1973 pun didapat di daerah Bandung Jawa-Barat dengan kondisi 90% unrestored alias nyaris seluruhnya masih dalam kondisi original.
Tak lama berselang, Taufik kembali membeli Honda CB Gelatik lansiran tahun 1974 berwarna biru untuk dirinya sendiri yang dibeli dari seseorang yang tinggal di kota Pati, Jawa-Tengah. Sejak saat itu, dirinya sering riding bareng sang ayah membelah jalanan kota Bogor dengan CB Gelatik.
Namun sayang, kebersamaan menikmati Honda CB Gelatik itu tak berlangsung lama. Selang empat bulan sang ayah meninggalkan dirinya, keluarganya dan Honda CB Gelatiknya untuk selamanya.
“Awalnya saya bingung, kenapa CB 100 lansiran 73/74 atau versi K2 ini dinamakan Gelatik. Ternyata bentuk lampu utamanya yang hitam mirip kepala burung khas Indonesia, Gelatik. Menurut saya Honda CB adalah everlasting bike lah. Kalau kita lihat disain motor sport tahun 70-an sampai 80-an mulai dari CB 100, CB 400, CB 750 bentuknya seperti itu. Jadi boleh dikatakan CB 100 adalah miniature motor sport jaman itu. Karena itu suatu kebanggaan punya CB Gelatik ini dan enggak akan saya jual,” jelas lelaki kelahiran 30 September 1977 ini.
Kendati saat ini banyak motor baru bermunculan dengan menawarkan berjuta model dan teknologi terkini, namun sosok motor yang satu ini masih menjadi primadona banyak kalangan pecinta motor di Indonesia. Kendati usia motor ini sudah hampir setengah abad dan masa produksinya pun sudah terhenti lama, tapi perburuan Honda CB 100 masih banyak tersebar di seantero Indonesia.
Motor ini pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1971 berlebel Honda CB 100 K1 yang saat itu didistribusikan oleh pemegang merek PT. Federal Motor yang kini menjadi PT. Astra Honda Motor. Kendati saat itu Honda CB hadir dengan pilihan kapasitas mesin mulai dari 100cc, 125 cc hingga 200 cc, namun Honda CB 100 lah yang hingga kini masih menjadi primadona.
Berawal saat membuka kembali album foto keluarga yang telah lama menyimpan segudang memori keluarga tercinta, Taufik akhirnya menemukan dirinya saat berusia 6 bulan berada dalam sebuah frame foto yang dijepret pada tahun 1978 silam. Dia mendapati tubuh kecilnya berada dalam dekapan cinta sang bunda bersama sebuah motor Honda CB 100 berwarna merah milik sang ayah.
“Waktu itu Ibu saya mengatakan kalau Ayah dulu pernah punya motor Honda, tapi beliau tidak tau motor Honda jenis apa, yang beliau tau hanya motor Honda,” terang lelaki pemilik blog ninja250r.wordrpess.com ini.

Honda CB Punya Sejarah Manis di Indonesia

Jakarta, 16 Mei 2010. Saat meliput kegiatan kopdar Honda Revo Club (HRC) Jakarta (Sabtu 15/5/10) di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata (TMP Kalibata), tepatnya di deretan pusat jajan dan makan malam, persisnya diseberang gerbang TMP Kalibata, ternyata disana berkumpul juga sejumlah bikers pemilik motor lawas, yaitu Honda CB 100 yang tergabung dalam klub motor “Jakarta Motor Tua Kalibata”.

Motor Honda CB dulu memang pernah mengalami kejayaaan diantara tahun 1973 hingga 1980-an, namun sekarang tampaknya “kejayaan masa lalu” ingin dibangun lagi. Hal ini bukan dilakukan oleh pihak ATPM Honda, namun dilakukan oleh sekumpulan anak muda berusia 20-an tahun yang mana mereka adalah kolektor motor lawas, sekaligus ingin mencoba lagi “menghidupkan” kembali masa kejayaan Honda CB melalui komunitas motor tua.

Ditengah-tengah hiruk-pikuk motor model baru dan lebih canggih, rasanya sejarah dan eksistensi motor Honda di Indonesia memang tak luput dari suksesnya Honda CB yang dulunya pernah dijual melalui PT Federal Motor (sebelum menjadi PT Astra Honda Motor). Bagi mereka yang sudah berusia diatas 45 tahun ke atas, dijamin mereka punya cerita manis bersama Honda CB ini dimasa lalu.

Sedikit cerita “flash back” ke tahun 1970-an dimana penulis blog SL.com masih bersekolah di tingkat SD dan SMP, rasanya dulu sangat bangga melihat orang naik motor Honda CB. Setahu SL.com, dulu ada jenis Honda CB 100, Honda CB 125, Honda CB 175 dan Honda CB 200. Masing-masing silinder motor ini berbeda, untuk kelas 175 cc dan 200cc rasanya pakai dua silinder, dan motor ini jauh kelihatan lebih besar.


Pokoknya jaman dulu, siapapun yang pake motor Honda CB ini terlihat sangat gagah, apalagi kalau dipakai sama orang bule, atau mereka yang punya badan besar pasti kelihatan mantap. Dulu kan orang yang naik motor belum ada “keharusan” pakai helm, dan sudah tentu mereka terlihat jelas, baik sosok badan, maupun face dari biker Honda CB tersebut. Sewaktu masih tinggal di Rumbai Caltex Riau, terlihat Honda CB disekitar komplek banyak dipakai oleh orang bule (expatriat PT CPI), dan motor mereka pakai box untuk touring ke ranah Minang, Sumatera Barat.

Sejalan dengan waktu, kejayaan motor ini pun harus diakui makin lama makin menghilang ditelan dengan kehadiran motor-motor baru yang lebih canggih. Well.. apapun kehidupan yang kita jalani sekarang setidaknya kita sudah melewati masa lalu. So, jangan lupa kalau dulu Honda punya nama besar dalam industri sepeda motor di Tanah Air, kehadiran Honda CB dan Honda Cup (bebek) adalah sejarah dunia motor di Indonesia.

CB Hot


Salam Biker...!!


Sobat tentunya anda punya Dokumentasi tentang kegiatan Touring, Ulang Tahun, Bakti Sosial, Temu Kangen, Silaturahmi atau kegiatan menghadiri pesta yang diadakan oleh CB seluruh Indonesia.

Oke Bro silahkan buka Album CB Indonesia, seluruh kegiatan Biker's akan ada disini. Dan tentunya kami mengharap partisipasi seluruh Biker's CB Indonesia dimanapun anda berada untuk mengirim Dokumentasi Kegiatan anda ..dan so pasti akan kami Hadirkan di Album CB Indonesia..karena Blogspot ini kami siapkan untuk seluruh Biker's CB Indonesia.
Demikian juga Album CB Indonesia ini akan kami himpun dari beberapa sumber seperti Facebook, Website, Friendster dana lain-lainnya dengan menyebut darimana sumber itu kami himpun.
Apabila album Brother tidak ingin dipublikasikan di Album CB Indonesia mohon menghubungi kami dan kami akan dengan segera mengedit untuk dihapus dari Album CB Indonesia.


Head silinder seperti yang tampak di foto jelas-jelas dari motor CBU, Honda CBR150 (DOHC,4 valve),transmisi Tiger 2000 tentu saja 6 speed, cuman di Nganjuk rawan razia.mau dikasih 5 speed aja. Kreatifitas dibatasi juga. Jika di Jakarta ada yang modif RX King 5 speed, sejak tahun 1990an, di Jawa Timur sudah jamak Honda GL 6 speed. Bandul juga dari GL 200.Kampas kopling pun iya. Sedangkan connecting rod dari GL Pro.Bearing semua berlabel FAG high speed, gir depan 14,gir belakang 39

Kelistrikan

plug coil Yamaha YZF R -1 2008,generator Honda Tiger, lampu depan Honda CB 400 spec 1, lampu belakang Yamaha RX King tahun 2008,sign led untuk belakang, yang depan susah dilacaknya karena beli di sebuah toko di Kelantan Road Singapore, busi pakai NGK tipe Iridium (jelas makin mak nyus),sedangkan CDI Rextor Pro Drag dipesan langsung dari Batam untuk Tiger 2000,Regulator Honda Phantom 200 (kalo yang ini bukannya sama kayak Tiger ya?), Water Pump dari mobil Mercedes Benz 1985,sedangkan radiator diembat punya Yamaha Jupiter MX.

Kelengkapan

Front fork Aprillia jenis upside down, suspensi belakang menggamit Suzuki Satria FU, sedangkan velg Yamaha 125 Z, Master caliper dan cakram punya Tiger /Mega Pro, kedepannya ada rencana pasang kopling hidrolik dari Honda CBR 1000, Jok kulit wedhus(kambing,red) dengan sentuhan seni yang tinggi (tetangga Magetan emang biangnya kulit|),handle dari Suzuki Satria FU di modif lubang dibesarin, system pemasok bahan bakar masih mengandalkan karburator Mikuni Sudco 32 (kalo lancar semua,emang ada rencana pake system injeksi), footstep Tiger 2000.

BIAYA KURANG LEBIH HABIS 40 JUTA… Edan Too..!!!

tampilan jadul tp tenaga gak jadul















hhmmm. . . hari gini koc masih suka ama motor jadul?? tapi gpp ah yang penting happy. . . hehehe saya cukup kagum dengan motor honda CB.

Menurut sejarahnya kehadiran CB 100 tidak lepas dari sukses Honda S90 dan CL 90 yang menggunakan mesin andal OHC 90 cc. Pada Tahun 1970, Honda Motor menalsir mesin anyar 100 cc hasil pengambangan mesin 90 cc. Mesin ini terbukti andal, mumpuni dan mudah perawatan. Lalu mesin ini dilekatkan pada sasis yang mengadopsi keluarga CB jadilah CB pada tahun 1970 dan bertahan dengan berbagai penyempurnaan hingga 1975. Sedangkan Varian turunannya masih diproduksi sampai 1980-an. Terlebih lagi Pajaknya masih murah (banget) lho . . . . walaupun motor tua tapi mesin tetap oke. apalagi saat ini motor jadul mulai muncul kembali.

Hai

Halo selamat datang di blogku